NIAT: BERSATUNYA AWAL DAN AKHIR
oleh Rahmah Purwahida
NIM. 09706251019
LT – A
PROGRAM PASCA SARJANA UNY
KEKASIH kian bimbang menghadapi tahun baru, sebab ada banyak hal yang harus diakhiri dan diawali. Jika tidak ia gagal mendapatkan HATI sebagai pendampingnya. Berkata ia dalam hati ”Mengapa awal dan akhir seolah datang dan pergi silih berganti, kapan kah mereka datang diwaktu yang sama dan bersatu sehingga tak menghancurkanku?”
HATI tersenyum iba mendapati kekasihnya cemas dan murung. Dihampirinya KEKASIH, dan berkata: ”Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang hendak dinikahinya, maka ia akan mendapati apa yang ia inginkan.''
KEKASIH terhentak dari lamunannya mendengar perkataan HATI. Sadarlah ia bahwa ada NIAT sebagai pendorong kehendak manusia untuk mewujudkan suatu tujuan. Seorang mukmin yang baik, pendorongnya hendaklah mementingkan apa yang ada di sisi Allah SWT daripada yang ada di sisi manusia. Ia menjadikan niat, perkataan, dan amalnya hanya untuk Allah semata. Maka KEKASIH makin yakin ia akan bisa menyatukan awal dan akhir. Berubahlah mimik wajah sang KEKASIH, terpancar kebahagiaan segera.
HATI pun gembira melihat perubahan aura wajah Sang KEKASIH, ditambahnya perkataannya: ”Sesungguhnya aku tau tidaklah mudah menyatukan awal dan akhir tetapi aku yakin engkau akan bisa KEKASIH-ku”.
KEKASIH bersemangat dan bertanya: ”Cara apa yang harus ku tempuh untuk menyatukan awal dan akhir HATI-ku?”
HATI tersenyum dan berkata: ”Sesungguhnya kita setiap hari minimal 17 kali membaca kalimat-Nya yang tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbarui niat kita KEKASIH-ku.”
KEKASIH tersenyum lebar karena ia ingat kerap 17 kali dalam sehari telah ia lakukan dan ia yakin setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan: jika ia berniat karena Allah dan untuk negeri akherat dalam amalan menjalankan syariat, maka ia akan mendapatkannya. Namun, jika ia berniat untuk dunia, maka kadang dapat dan terkadang tidak dapat.
KEKASIH DAN HATI saling memandang lalu bersepakat akan MENDEKAP NIAT yang MENYATUKAN AWAL DAN AKHIR yang juga akan menyatukan mereka berdua menjadi KEKASIH HATI. [rT]

Aku menemukan banyak sekali tak terhingga yang ada dan yang mungkin ada diantara awal dan akhir. Jika awal dan akhir bersatu maka yang ada dan yang mungkin ada berada di awal sekaligus berada di akhir. Padahal aku menemukan bahwa awal dan akhir itu berada pada setiap yang ada dan yang mungkin ada. Maka ternyata aku telah menemukan awal dan akhir yang tidak tunggal. Artinya aku telah menemukan awal yang bukan awal dan akhir yang bukan akhir. Jika awal saja bisa menjadi bukan awal dan akhir saja bisa menjadi bukan akhir, maka saya telah menemukan bersatu yang bukan bersatu. Setidaknya itulah pikiranku tentang bersatunya awal dan akhir. Maka renungkanlah.
BalasHapuspertemuanmu dengan awal yang bukan awal dan akhir yang bukan akhir sesungguhnya sekaligus mempertemukanmu dengan "bersatu". sebab awal yang bukan awal adalah sekaligus akhir dan akhir yang bukan akhir adalah sekaligus awal.
BalasHapuspertemuanmu dengan awal yang benar-benar awal dan akhir yang benar-benar akhir sekaligus pertemuanmu dengan "bukan bersatu".
inilah batas perenunganku.